Home // Blog // Manchester City tumbangkan Real Madrid 2-1 di Santiago Bernabeu

Real Madrid kalah 1-2 dari Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Los Blancos juga kehilangan Sergio Ramos akibat kartu merah. Bertanding di Santiago Bernabeu, Kamis (27/2/2020) dini hari WIB, Madrid sempat unggul lebih dulu lewat Isco di menit ke-60. Namun City bisa membalas lewat gol Gabriel Jesus di menit ke-78 dan penalti Kevin De Bruyne di menit ke-82. Kesialan Madrid kian lengkap usai Ramos dikartu merah. Sang kapten melanggar Jesus jelang laga bubar.

Hasil ini membuat Madrid harus berbalik menang atass City jika ingin lolos ke perempatfinal, saat gantian melawat ke Etihad Stadium, 18 Maret mendatang. Pertandingan berjalan menarik dengan kedua tim mengambil pendekatan terbuka. Tapi secara keseluruhan Man City tampil lebih efektif, khususnya di babak kedua kendati sempat kecolongan. Menguasai bola sebesar 51%, Man City punya 16 percobaan dengan separuhnya on target. Jumlah tembakan on target itu bahkan hampir menyamai total tembakan yang dicatatkan Madrid dengan total 9 tembakan di mana hanya tiga yang mengarah ke gawang.

“Ini awal yang bagus. Kami sempat kesulitan di 15 menit pertama, tapi Anda harus melalui badai di satu titik. Babak pertama berjalan seimbang,” ungkap De Bruyne. “Kami memulai paruh kedua dengan sangat baik. Gol mereka datang di momen yang buruk buat kami, ketika kami sedang mendominasi. Tapi respons kami brilian. Gol dari Gabriel Jesus itu indah sekali. Namun kami baru separuh jalan. Kami menghadapi sebuah laga penting di kandang dalam tiga pekan ke depan. Sekarang kami perlu memulihkan diri untuk final di hari Minggu,” tambahnya.

Kemenangan Manchester City atas Real Madrid harus dibayar mahal. Bek andalannya, Aymeric Laporte, berpeluang absen lama lagi karena mengalami cedera. Bek asal Prancis itu harus ditarik keluar pada menit ke-33 setelah berbenturan dengan Karim Benzema di daerah permainan sendiri. Laporte berjalan tertatih-tatih dan ini tentu pemandangan yang tak menyenangkan untuk City. Pep Guardiola selaku manajer pantas dibuat khawatir soal kadar cedera Laporte.

Sebab, Laporte baru balik dari cedera yang membebatnya sejak 21 Januari saat menghadapi Sheffield United. Padahal Laporte musim ini sempat absen panjang sedari Agustus karena cedera ligamen lutut.”Setelah lima bulan absen karena cedera, wajar jika laga ini begitu berat untuknya. Fernandinho datang dan bermain sangat bagus,” ujar Guardiola. Guardiola senang betul ketika Kevin De Bruyne mencetak gol penalti. Sebab, musim ini Manchester City kesulitan mencetak gol dari titik putih.

“Kevin De Bruyne telah berlatih penalti dan dia menunjukkan hasilnya. Saya mengatakan terima kasih,” katanya. “Butuh keberanian untuk mencetak gol penalti. Hasil yang sangat bagus untuk malam ini,” lanjutnya. Sepanjang musim 2019/2020 ini, Manchester City tercatat sudah mendapat 15 kali penalti. Hanya 10 saja yang sukses dengan rasio 66 persen. Guardiola pernah bergurau lebih baik sang kiper, Ederson saja yang mengeksekusi tendangan penalti. Sebab, Sergio Aguero, Gabriel Jesus, Ilkay Gundongan, dan Raheem Sterling kadang suka gagal.

Pep Guardiola menurunkan taktik yang tak lazim saat Manchester City menghadapi Real Madrid. Kegeniusan pria asal Spanyol ini berbuah manis untuk tim asuhannya. Kegeniusan taktik Guardiola menjadi salah satu kunci kemenangan City di laga ini. Mantan pelatih Barcelona ini menanggalkan formasi 4-3-3 yang biasa dimainkan. Ia dengan berani bermain dengan formasi 4-4-1-1. Lebih tidak lazimnya lagi, Guardiola memainkan Gabriel Jesus sebagai sayap kiri.

Posisi ujung tombak diisi oleh Bernardo Silva yang disokong oleh De Bruyne bermain sebagai gelandang serang. Strategi ini berjalan cukup baik dengan lini depan City bermain begitu cair. De Bruyne mampu tampil apik sebagai pusat serangan City. Pemain asal Belgia ini mampu mencatatkan empat umpan kunci dan tiga tembakan sepanjang 90 menit.

CONTACT US

Contact

SUPORTS BANK

Contact
Copyright © Hobibet.