Home // Blog // Liga Spanyol Bukan Cuma Milik Madrid dan Barcelona

Selama ini Liga Spanyol begitu identik dengan Real Madrid dan Barcelona. Liga Spanyol pun berupaya semaksimal mungkin untuk mengubah stigma tersebut.

Tidak bisa dipungkiri jika Madrid dan Barcelona menghadirkan persaingan begitu seru nan sengit di La Liga Primera. Dengan kekuatan yang dipunyai baik dari sisi dana atau pun skuat membuat keduanya menjadi penguasa La Liga Primera.

Mereka dapat dengan bebas merekrut para pemain top di setiap musimnya. Duopoli itu memang sempat diganggu oleh Deportivo La Coruna dan Valencia, akan tetapi itu cuma pada awal 2000-an sebelum keduanya melaju hingga saat ini.

Sejak kehadiran Diego Simeone, Atletico Madrid menjadi pesaing baru keduanya dan bahkan sempat menjadi juara La Liga Primera pada musim 2013/2014. Hingga sekarang ini, ketiga klub tersebut selalu bersaing ketat di papan atas klasemen.

Walaupun begitu, tetap saja La Liga Primera sudah kadung lekat dengan Madrid dan Barcelona sehingga publik sudah bosan menyaksikan persaingan keduanya. Kalau bukan pertandingan El Clasico atau Derby Madrid, maka jangan harap aka nada penonton di luar Spanyol. Timpangnya persaingan antar kedua klub tersebut, Atletico dan lainnya menjadi alasan utama.

Hal ini yang kemudian membuat La Liga Primera kesulitan bersaing dengan Premier League secara pemasaran ke berbagai penjur dunia, khususnya Asia yang ekonominya terbilang stabil sekarang ini.

Oleh karena itu, pihak La Liga Primera pun berusaha untuk lebih memperkenalkan La Liga kepada masyarakat Asia, dengan cara yang pertama yakni merubah jam tayang dan juga promosi besar-besaran di kawasan tersebut, termasuk Indonesia yang berpenduduk besar.

“Kami mau memberitahukan ke dunia jika Spanyol tidak cuma soal El Clasico atau Derby Madrid saja. Namun juga Derby Sevilla, Derby Basque dan lainnya. Kami memiliki banyak klub-klub hebat seperti Atletico Madrid, Valencia, Sevilla, Villarreal dan lain-lain” kata Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas.

“Kami terus mencoba untuk berinovasi. Tapi tentunya tidak sekadar 2 klub besar itu. Kami bakal mencoba laga-laga lainnya, karena tidak sedikit yang menjadi fans klub lain” sambungnya.

“Kami tahu jika penonton bukanlah sebuah robot, oleh karena itu kami akan mendekatkan diri dengan mereka secara fisik dan tidak lagi melalui dunia maya. Kami akan membawa idolanya kesini. Melihat keinginan mereka seperti apa dan menerima saran dari mereka. Fans tahu jika liga kami lebih enak untuk ditonton, lebih indah daripada liga sebelah yang cenderung kasar” tutup Tebas.

CONTACT US

Contact

SUPORTS BANK

Contact
Copyright © Hobibet.