Home // Blog // Inter Cuma Kuasai Babak Pertama, Sisanya Juve yang Punya

Sebuah pertandingan sepak bola berlangsung selama 2×45 menit, tidak hanya satu babak. Maka, jika sebuah tim main apik di babak pertama, standar itu tidak boleh diturunkan dan justru diperbaiki di babak kedua. Inter Milan gagal melakukannya.

Inter bertandang ke markas Juventus, Allianz Stadium, dalam laga pekan 15 Serie A musim 2018/19. Alih-alih meraih hasil positif, Inter justru tumbang di tangan Juventus dengan skor tipis 0-1, lewat gol yang dicetak oleh Mario Mandzukic pada menit 66, memanfaatkan umpan silang apik dari Joao Cancelo.

Kemenangan ini pun sukses membuat Juventus menjauh dari kejaran para pesaingnya. Total 43 poin yang sudah mereka kumpulkan sejauh ini, berjarak 11 poin dari Napoli yang berada di posisi kedua, serta 14 poin dari Inter yang berada di posisi pertama. Mereka semakin nyaman bertengger sebagai capolista Serie A musim 2018/19 ini.

Khusus untuk kemenangan ini, Juventus lagi-lagi menunjukkan kecerdasannya dalam bermain. Kecerdasan yang juga merupakan buah dari keteledoran Inter yang mungkin lupa bahwa pertandingan sepak bola itu berlangsung selama dua babak.

Dalam pertandingan ini, Inter sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang apik pada Juventus. Sempat ada masa ketika Juventus begitu sulit menembus lini pertahanan Inter. Mereka hanya berputar-putar saja di area sepertiga akhir, tanpa bisa masuk menembus kotak penalti Inter dan banyak mengakhiri serangan dengan tembakan dari luar kotak penalti (6 dari 18 tendangan Juve dihasilkan dari luar kotak penalti di laga ini).

Masa itu tepatnya terjadi pada babak pertama. Terutama di awal-awal laga, Inter memang sempat kesulitan menghadapi tekanan ketat yang dilancarkan para pemain Juve. Tekanan ketat ini juga acap mengacaukan proses build-up serangan yang mereka lakukan. Sadar bahwa Juve menekan, Inter pun mulai main lebih dalam.

Pilihan ini mulai diambil setelah mereka mencetak peluang lewat Roberto Gagliardini pada menit 28. Setelah menciptakan peluang yang hampir saja membawa mereka unggul itu, Inter mulai bermain lebih menunggu. Pertahanan ketat mereka terapkan, dengan memasang sekira tujuh, delapan, bahkan sampai sembilan pemain di area pertahanan sendjri.

Sontak, Juve langsung mengambil alih permainan. Beberapa peluang mereka ciptakan, meski upaya tersebut kebanyakan hadir dari luar area kotak penalti, karena begitu padatnya area pertahanan Inter. Serangan balik menjadi opsi Inter untuk menyengat Juve di pertandingan tersebut. Namun, karena kesalahan sendiri,  Juve justru menemukan celah untuk menembus pertahanan Inter di babak kedua.

Inter seakan lupa bahwa pertandingan sepak bola berjalan selama dua babak. Di paruh pertama memang mereka bermain rapi dan mampu membuat Juve kerepotan. Babak kedua, apiknya permainan Inter malah tidak terlihat. Hanya kepanikan yang mengiringi permainan Inter, disebabkan gagalnya serangan-serangan balik yang mereka lancarkan, buah dari ketiadaan pengalir bola apik di area sepertiga akhir.

Hal inilah yang dapat dimanfaatkan Juve dengan baik. Selain sukses mencuri gol, memanfaatkan pertahanan Inter yang renggang, mereka juga melakukan reaksi yang baik atas perubahan-perubahan yang dilakukan Inter. Juve pun sukses mendulang kemenangan di markas mereka sendiri dalam laga bertajuk Derbi d’Italia tersebut.

Khusus untuk hal ini, Juve paham bahwa pertandingan sepak bola berjalan selama dua babak. Setelah kesulitan di babak pertama, mereka mulai memperbaikinya di babak kedua, sembari memantau permainan Inter yang mulai menurun di babak kedua. Reaktifnya Juve dalam memanfaatkan celah inilah yang akhirnya jadi penentu kemenangan mereka.

Dua babak dalam sepak bola ini memang unik. Terkadang, drama di sepak bola ini hadir karena adanya sebuah tim yang cerdas dan mampu memanfaatkan dan mengubah situasi hanya dalam selang satu babak saja. Itu yang sukses dilakukan Juve di pertandingan ini.

Sebenarnya, penampilan Juve pada pertandingan ini tidaklah impresif . Hanya sanggup mencetak 1 gol dari 18 tembakan yang dilepaskan menandakan bahwa mereka tidak bermain kelewat efektif. Meski begitu, mereka tetap sanggup mencetak gol dan akhirnya mendulang kemenangan lewat beberapa perubahan yang mereka lakukan, sembari menyesuaikan diri dengan lawan. Sedangkan Inter?

Ya, mereka memang sempat bermain bagus di pertandingan ini. Menyulitkan Juve lewat pertahanan rapat dan juga serangan-serangan balik. Namun, saat Inter berhasil menguasai jalannya laga, semuanya justru runtuh karena kesalahan mereka sendiri. Tidak seperti Juve, mereka gagal menyesuaikan diri dengan situasi.

Intinya, Juve lebih cerdas dari Inter Milan di laga ini. Itulah yang menjadi pembeda, sekaligus menjadi salah satu faktor mengapa mereka mampu mendulang kemenangan meski tidak tampil bagus-bagus amat.

CONTACT US

Contact

SUPORTS BANK

Contact
Copyright © Hobibet.